Biografi Zinedine Zidane

Zinedine Yazid Zidane lahir dalam 23 Juni 1972 di Marseille, Prancis. Ia lahir dari pasangan Smail & Malika Zidane. Zidane tumbuh di daerah La Castellane. Sebuah kota pelabuhan pada selatan Prancis yg ramai akan kejahatan.
zidane
Selain kejahatan, taraf bunuh diri, terutama bagi para pendatang pula tergolong sangat tinggi. Zidane termasuk kedalam famili yang biasa-biasa saja. Hobinya bermain Joker 123
Ayahnya merupakan seseorang imigran berasal Aljazair. Dia berprofesi menjadi seorang petugas keamanan shift malam pada sebuah pusat perbelanjaan. Sementara itu ibunya adalah ibu tempat tinggal   tangga biasa.
Berasal dari famili kawasan jazirah Arab, Aljazair, Zinedine Zidane diketahui memeluk agama yg sama dengan ke 2 orangtuanya yakni Islam.
Semua berawal berdasarkan tahun 1953. Smail dan Malika Zidane, orang tua Zidane tetapkan buat pindah berdasarkan wilayah Kabylie, Aljazair menuju ke Prancis. Beberapa tahun sesudah kepindahannya, Algerian War pecah. Keluarga mereka pindah ke daerah Saint-Denis & bertahan hingga tahun 1960.
Di tahun 1960, mereka pindah ke wilayah La Castellane, Marseille. Wilayah tadi kental menggunakan aroma-aroma daerah yang marjinal. Tingkat pengangguran dan kriminilitas pada daerah tadi relatif tinggi pada masanya. Mungkin jua ini yang menciptakan mental Zidane terasah.
Bakat bermain bola Zidane sudah kelihatan sejak usia lima tahun. Terbukti, di usianya yang ke 10, Zidane sudah bergabung menggunakan tim sepak bola junior berdasarkan Castellane.
Karier sepak bola profesional pertama Zinedine Zidane dimulai di klub Alaihi Salam Cannes.
Zidane mencetak gol pertamanya tahun 1991 ketika AS Cannes memenangkan pertandingan melawan Nantes menggunakan skor 2-1. Di tahun 1992 -1993, Zidane pun ditransfer ke Girodins de Bordeaux. Prestasinya sebagai pesepak bola mulai terlihat brilian.
Lambat laun, sejumlah klub Inggris mulai menawar Zidane, sebut aja Newcastle United yg menawari kontrak 1,2 juta pounds. Tapi, Zidane malah berlabuh pada Italia, lebih tepatnya di Juventus pada 1996.
Prestasi Zidane pada Tim Zebra ini pula relatif memukau. Juventus berhasil menjadi kampiun Serie A Italia isu terkini 1996/97, dan Piala Intercontinental 1996. Dan akhirnya Juve jua berhasil sebagai kampiun Serie A musim 1997/98.
Total gol yg dicetak Zidane ketika awal masuk ke Juve sampai 1998 berjumlah 32.
Namun perlu diketahui bahwa sebelum tuai kesuksesan pada Juventus, Zidane nyaris bergabung menggunakan klub Liga Primer Inggris, Blackburn Rovers.
Semasa Zidane masih merumput pada Prancis bersama Bordeaux, Blackburn Rovers sebenarnya memiliki peluang buat mendatangkan dirinya. Akan namun, sebagaimana diungkap mendiang Jack Walker yg ketika itu mempunyai Blackburn, kesempatan merekrut salah  satu pesepakbola terhebat dunia itu ditolak karena mereka sudah punya Tim Sherwood.
Seperti yang sudah disinggung diawal, Zidane waktu itu jua dihubungkan dengan klub Inggris lain, Newcastle United. Tapi petinggi Newcastle menilai Zidane tak cukup tangguh buat bermain di Premier League.
Dalam gagalnya proses transfer Zidane menuju Blackburn, Jack Walker sebagai pihak yang patut disalahkan. Ia memang sudah membiayai kesuksesan klub dengan menjuarai Premier League pada 1995. Namun, ia tidak selalu melakukannya dengan benar.
Manajer waktu itu, Kenny Dalglish, menyarankan klub buat mendatangkan Zidane yg kala itu membela Bordeaux. Pemain berposisi sebagai gelandang tengah itu diharapkan bisa membantu klub. Walker bisa dikatakan menyesal menggunakan mengeluarkan pernyataan menolak.
Pada akhirnya, Zidane dibeli oleh Juventus, di mana beliau pertanda kemampuannya sebelum pindah ke Real Madrid menjadi pemain termahal pada dunia.
Ya, sesudah puas berseragam hitam-putih, Zidane dinobatkan menjadi pemain termahal dunia, menyusul kepindahannya menuju Real Madrid.
Zidane ketika ditransfer Real Madrid dari klub Italia, Juventus dalam ekspresi dominan 2001/02 menggunakan nilai 46 juta pounds atau setara 831 milliar rupiah.
Zidane telah hampir meraih semua gelar individu sebelum ekspresi dominan 2001.
Piala Dunia, juara Seri A Italia, pemain terbaik global, pemain terbaik Eropa sudah menyesak lemari gelarnya. Namun satu gelar yang belum diraih yakni juara Liga Champions Eropa. Mimpi itu akhirnya terwujud sehabis dia pindah ke Real Madrid & meraih gelar juara Liga Champions dalam musim 2001/02.
Zidane bahkan mencetak satu gol indah melalui tendangan 1/2 voli ke gawang Bayern Leverkusen pada partai zenit.
Sebelum ciptakan momen ikonik pada final Liga Champions, Zidane jua berhasil torehkan tinta emas pada gelaran Piala Dunia 1998, dimana Prancis sebagai tuan rumah.
Piala Dunia 1998 adalah Piala Dunia pertama yg diikuti oleh Zidane.
Walaupun baru pertama kali bertanding di Piala Dunia, Zinedine Zidane tampil luar biasa. Prancis berhasil mengalahkan Brazil pada final dengan skor 0 – 3, Zidane menyumbang satu gol di antaranya. Dianggap paling berpengaruh, dia dianugerahi gelar Man of the Match.
Pada ketika yang bersamaan, foto Zidane pun dipajang pada monumen Act de triomphe de l’Etoile. Foto itu disertai menggunakan istilah Merci Zizou (terima kasih Zizou).
Zidane memang mengawali semuanya dengan baik. Bahkan, debutnya beserta timnas Prancis menjadi salah  satu momen paling bersejarah pada sepak bola.
Tepat pada 17 Agustus 1994, Zinedine Zidane menjalani debut buat Timnas Prancis. Zidane diturunkan sang Aime Jacquet pada babak kedua menggantikan Corentin Martins saat Prancis melawan Republik Ceko.
Masuk sebagai pemain pengganti, Jacquet membutuhkan suntikan tenaga baru buat bisa menghindarkan Les Bleus berdasarkan kekalahan. Saat itu, Prancis tengah tertinggal 2-0 dan Zidane dimasukkan buat mampu menambah daya dobrak.
Menerima umpan berdasarkan matang pada area Republik Ceko, beliau dengan apiknya mengecoh 2 bek seteru sebelum melepas dentuman menurut jarak 25 meter yang mengarah ke pojok gawang. Sungguh debut yg mungkin tak akan sanggup dilupakan.
Torehan pertama tersebut seolah membuat Zidane kian lapar & beliau pun menambah gol lewat tandukan sempurna berdasarkan jarak 10 meter buat kemudian memaksakan pertandingan berakhir sama bertenaga 2-2.
Secara total, Zidane telah sanggup mengemas 31 gol pada 108 kali penampilannya bagi Prancis. Dua kali terlibat pada final Piala Dunia, keliru satunya sebagai juara pada 1998.
Setelah penampilan yang sangat fantastis pada Piala Dunia 1998 & Piala Eropa 2000, nir sedikit publik sepak bola yg menganggapnya sebagai pemain terbaik di global.
Kelebihan & keahliannya melakukan dribbling & dominasi bola sering membuat pemain lawan merasa frustasi lantaran sulitnya merebut bola darinya.
Tetapi selain torehkan tinta emas, Zidane jua punya kenangan yang amat jelek. Itu terjadi dalam gelaran Piala Dunia 2006. Meski berhasil membawa Prancis hingga ke partai final, Zidane tidak kuasa membendung emosinya waktu diprovokasi oleh pemain lawan.
Di Piala Dunia 2006, namanya kembali menggema. Bukan karena prestasi, melainkan lantaran beliau melakukan sebuah kesalahan fatal. Ia menanduk dada Marco Materazzi dan membuat dirinya diusir berdasarkan lapangan. Dirinya pun wajib  rela mandi lebih cepat.
Apapun alasan di balik  keputusannya melakukan tandukan ke dada Materazzi, tindakan tersebut nir dibenarkan. Dan karier Zizou di level Timnas berhenti menggunakan tinta merah yg sukar buat dihapus.
Di level klub sendiri, Zidane mengakhiri karier bersama Real Madrid & torehkan sejumlah gelar termasuk La Liga, Piala Super Spanyol, Liga Champions Eropa, sampai Piala Super Eropa.
Di klub asal Spanyol itu, Zidane masuk dalam 11 Pemain Asing Terbaik pada Sejarah Real Madrid.
Di masa purna tugas, Zidane terlihat masih belum bisa move on dari sepak bola. Terbukti pada tahun 2010 dia mendapat pinangan Real Madrid menjadi penasihat. Pada 2013, dia sebagai asisten pelatih Real Madrid waktu itu, Carlo Ancelotti.
Setahun lalu, Zidane naik pangkat menggunakan sebagai pelatih inti di Real Madrid Castilla (Real Madrid B) alias tim yang isinya adalah pemain cadangan Real Madrid. Tim ini berlaga di Segunda Division B.
Dua tahun lalu, lebih tepatnya pada 2016, Zidane resmi ditunjuk menjadi pelatih Real Madrid.
Pada 29 Mei 2016, ia membawa Real Madrid meraih trofi ke-11 Liga Champions, & terakhir tahun 2018 lalu, Real Madrid meraih trofi ke-13 Liga Champions.
Di kehidupan pribadinya, waktu bermain di tim Cannes, Prancis tahun 1988-1989, Zidane jatuh cinta dengan seseorang wanita berasal Spanyol bernama Veronique Fernandez. Mereka pun menjalin asmara sampai kemudian menikah di tahun 1994.
Buah menurut cintanya, Zidane & Veronique mempunyai 4 orang anak, & semuanya pria, Enzo Fernandez, Luca Zidane, Elyaz Zidane Fernandez, & Theo Zidane.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *